Rabu, 17 November 2010

Negative Football VS Positve Football

Jika bicara tentang persepakbolaan nasional maka akan terbelit dibenak para pecinta sepakbola nasional sebuah kekecewaan yang sangat mendalam dengan prestasi sepakbola nasional kita. Kita tahu sepakbola kita adalah termasuk yang tertua di asia tenggara, kita memang sempat menjadi macan asia, era 60 - 80an.

Awal tahun 90an adalah titik balik kemunduran sepakbola nasional, meskipun tahun 1994, PSSI meluncurkan liga profesional pertamanya. Hingga saat ini liga yang bergulir adalah liga ISL yang berjalan dengan teratur, tapi apa lacur, sepakbola kita tak pundung pula menampak prestasi. Di liga antar klub asia, klub klub asal ISL termasuk klub klub gurem yang selalu menanggung beban gol yang sangat banyak, miris sekali padahal mereka adalah klub klub juara di liga nasional kita.

Sebuah kompetisi seharusnya melahirkan tim tim yang berqualifikasi, mapan dan maju. ISL dengan jadwal padatnya menempa klub klub dengan begitu kerasnya memacu klub untuk bersaing dan mendapatkan apa yang diinginkan. Ada klub yang sangat perkasa di liga ini, tetapi ketika berhadapat dengan klub asal asia lain terlihat jurang jenjang klub yang sangat tinggi.

Ada apa dan kenapa? jawaban yang logis dan spontan adalah bahwa kompetisi kita tidak sebagus dengan mereka. Tetapi kalau kita melihat hegomoni ISL yang begitu mengharu biru, tak terlihat kompetisi ini adalah kompetisi 'abal-abal'. Kambing hitam kedua yang kita bisa salahkan adalah apakah kompetisi sesuai dengan aturan mainnya ? inilah jawaban yang harus kita temukan. (mt)

bersambung..

1 komentar: